Arab Saudi Undang Seribu Calon Jamaah Haji Palestina

Wednesday, 10 August 2016, 14:19 WIB

 

ALAA BADARNEH/EPA
Jamaah haji Palestina di Masjidil Haram

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH — Seribu warga Palestina akan melaksanakan ibadah haji tahun ini. Mereka merupakan calhaj yang diprioritaskan untuk melaksanakan ibadah haji.

Dilansir dari Arabnews, Senin (8/8) sebagian besar calhaj asal Palestina adalah kerabat dan anggota keluarga yang telah syahid di bumi para Nabi tersebut.

Wakil Ketua Program Kunjungan Haji Arab Saudi, Zaid al Dakan, bertemu dengan Kepala Komite Haji Palestina Abdul Aziz al Saleh bersama dengan Kedubes Mesir Abdel Hadi al Omari dan Kepala Saudi Airlines di Mesir Abdul Jabbar al Husami untuk membahas calhaj asal Palestina.

Pemerintah Saudi berharap, sebelum calhaj berangkat, mereka telah mendapatkan bimbingan manasik terlebih dahulu. Mereka juga ingin memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah dengan melakukan koordinasi terlebih dahulu bersama pihak berwenang.

“Koordinasi ini akan memastikan seluruh jamaah mendapatkan visa yang diperlukan dari Kedubes Arab Saudi di Mesir, mereka juga akan mendapatkan tiket perjalanan pulang dan pergi menggunakan Saudi Airlines,” jelas al Dakan.

Al Dakan sangat berterima kasih kepada pejabat dan staf Kedubes Saudi di Mesir karena upaya mereka untuk memberangkatkan calhaj asal Palestina. Terutama pelayanan yang maksimal kepada warga Palestina.

Komite Haji Palestina selanjutnya memproses perjalanan haji seribu calhaj ini dengan delapan subkomite diantaranya perumahan, administrasi dan keuangan, media, jasa, transportasi, tempat ibadah dan komite Madinah.

Sesebelumnya diungkapkan, selama hampir tujuh tahun, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi  memberangkatkan 13 ribu jamaah haji asal Palestina melalui program ini.

Redaktur : Damanhuri Zuhri
Reporter : Ratna Ajeng Tejomukti

Calon Haji Gelombang Pertama Bersiap dengan Doa dan Olahraga

Republika/ Yasin Habibi
Sejumlah calon jamaah haji kloter 1 tiba di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (8/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebagian calon jamaah haji untuk pemberangkatan gelombang pertama mulai masuk asrama haji. Pemberangkatan  akan dimulai pada Selasa (9/8).

Mardi Santoso (60 tahun), calhaj asal Lubang Buaya, Jakarta mengaku memperbanyak doa jelang keberangkatannya ke tanah suci. Dia berharap Allah SWT memberikan kelancaran selama menunaikan ibadah haji.

“Doa terus dan olahraga,” ujar Mardi kepada Republika.co.id di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (8/8). Menurut Mardi, persiapan mental sangat penting untuk melaksanakan ibadah haji. Termasuk menjaga kesehatan agar tidak mengganggu ibadah.Sebab, Mardi mengakui ibadah haji memerlukan kondisi fisik yang prima. Mardi bersyukur tidak ada riwayat penyakit yang dapat menghambat keberangkatannya ke tanah suci.

Mardi merupakan pensiunan Pemerintah Daerah Kantor Wali Kota Jakarta Timur. Mardi mendaftar untuk naik haji pada 2010. Mardi berangkat bersama istrinya. Dia berharap setelah menunaikan ibadah haji mampu merubah segala kehidupan sehari-harinya, terutama perilaku dan ibadah.”Kalau masih sama kayaknya sia-sia,” kata Mardi.

Calhaj lainnya, Siti Baddiya (56) tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan Mardi Santoso. Berdoa demi kelancaran terus dilakukan jelang keberangkatan.Olahraga rutin dilakukan Siti agar kondisi kesehatannya prima. Hal tersebut, kata Siti, sesuai dengan anjuran Kementerian Agama agar menjaga kesehatan dengan rajin olahraga.

“Harapannya bisa jadi haji mabrur,” ucap Siti yang merupakan warga Ciracas. Siti mendaftarkan diri untuk naik haji tahun 2011. 

992 Calon Haji Sleman Pamit ke Bupati

antara
Bupati Sleman Sri Purnomo

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Sebanyak 992 calon jamaah haji melaksanakan prosesi pamitan kepada Bupati Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada Senin (8/8). Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Zainal Abidin mengemukakan, jamaah haji Kabupaten Sleman tahun 1453 H/2016 M diberangkatkan melalui Embarkasi Donohudan Solo.

Menurut dia, jamaah haji terdiri dari enam kloter, yaitu kloter 23 SOC, 24 SOC, 25 SOC, 27 SOC, dan 29 SOC. “Calon Jamaah Haji Kabupaten Sleman yang tergabung dalam gelombang pertama ini terdiri dari 462 orang pria dan 530 orang pria yang akan diberangkatkan pada tanggal 17 sampai 19 Agustus,” kata Zainal.

Ia menyampaikan, pada pemberangkatan haji tahun ini calon jamaah laki-laki tertua berusia 84 tahun. Pria bernama Suparman Hadi Prandjono bin Pawiro Dinomo ini merupakan warga Ngijon, Sendangarum, Minggir. Sementara jamaah perempuan tertua bernama Djumirah binti Karto Temaon dengan usia 82 tahun asal Pogung Lor, Sinduadi, Mlati.

Zainal berharap agar seluruh calon jamaah haji  mempersiapkan dan menjaga kesehatan. Termasuk meningkatkan kerjasama dengan petugas dan sesama jamaah, serta berdisiplin dalam berbagai hal ketika melaksanakan ibadah haji. 

Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo mengharapkan agar seluruh jamaah mewaspadai kondisi cuaca di tanah suci. Menurut dia, musim haji tahun ini bertepatan dengan siklus panas di Arab Saudi. Suhu rata-rata di sana mencapai 39 sampai 44 derajat celcius dengan kelembaban kurang dari 30 persen. Kondisi tersebut berbeda jauh dengan di Tanah Air. 

Sri Purnomo juga berpesan pada calon jamaah haji agar melaksanakan ibadah dengan ikhlas. Menurutnya keikhlasan akan menjadikan semua prosesi ibadah yang terasa berat menjadi ringan. Sri menuturkan, para jamaah haji dapat memiliki dua peran di tanah suci. Selain menjalankan ibadah, mereka juga menjadi duta bangsa. 

“Untuk itu, sebagai bangsa yang berbudaya, bermartabat, serta menjunjung tinggi tata krama, para calon jamaah haji dapat menunjukkan sikap luhur tersebut di mata masyarakat dunia,” kata Sri. Ia juga berharap, para jamaah dapat menunaikan setiap rukun haji, serta meresapi nilai-nilai yang terkandung dalam setiap rukun.

Kekhusuan ibadah haji sendiri dapat tercemin dalam akhlak dan perilaku yang lebih baik usai kepulangan ke tanah air. Sri menyampaikan, dengan keteguhan iman, niat yang tulus, dan tindakan-tindakan terpuji, maka para jamaah dapat memperoleh haji yang mabrur. 

Redaktur : Achmad Syalaby
Reporter : Rizma Riyandi

Calon Jamaah Haji Dibekali Living Cost 1.500 Real

Antara/Aloysius Jarot Nugroho
calon jamaah haji (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Calon jamaah haji kloter pertama di sejumlah embarkasi sudah memasuki asrama untuk melakukan registrasi sebelum berangkat menuju Arab saudi pada Selasa (9/8). Calon jamaah haji dibekali living cost sebesar 1.500 real.

“Calon jamaah haji akan menerima paspor dan living cost sebesar 1.500 real,” ungkap Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi, Fudloni, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (8/8).

Pelaksanaan registrasi sudah dimulai pada pukul 08.00. Para jamaah langsung menyerahkan koper ke bagian penerbangan, selanjutnya menyerahkan Surat Panggil Masuk Asrama (SPMA) dan surat lunas BPIH.

Jamah kemudian menunggu panggilan untuk tes kesehatan. “Setelah itu, jamaah akan menerima karu gedung n katering,” katanya. “Jamaah akan mendapat makan tiga kali selama berada di asrama.”

Jamaah juga mendapat masker dan gelang identitas diri. Setelah proses registrasi, jamaah menuju gedung asrama dengan menggunakan bus. Jamaah baru akan berangkat menuju Saudi pada keesokan harinya. “Calon jamaah haji harus sudah check out sekitar empat jam sebelum take off,” katanya.

Dari Embarkasi Jakarta Pondok Gede/JKG yang meliputi wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Lampung, kloter pertama diberangkatkan dalam dua penerbangan pada pukul 08.15 dan 15.30 WIB.

Rombongan jamaah penerbangan pagi berjumlah 393 orang yang seluruhnya berasal dari DKI Jakarta, sementara penerbangan sore berasal dari Banten dengan jumlah sama.

Redaktur : Damanhuri Zuhri
Reporter : didi purwadi

24 Ribu Jamaah Haji Belum Dapat Visa

antaranews
Visa dan paspor haji

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO — Ribuan calon jamaah haji asal Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta belum memperoleh visa. Jelang keberangkatan perdana pada Selasa (9/8), baru sekitar 1.777 calon jamaah Embarkasi Donohudan, Solo yang sudah mendapatkan visa untuk pergi haji ke tanah suci. 

“Untuk visa calon jamaah memang masih kurang, tapi untuk kloter pertama dan kedua yang akan berangkat besok itu sudah selesai semua. Panitia masih berupaya untuk visa jamaah,” tutur Humas Satgas PPIH Embarkasi Donohudan, Agus Widakdo kepada Republika.co.id pada Senin (7/8) siang.

Total calon jamaah haji yang akan berangkat dari Embarkasi Donohudan sebanyak 26.191 jamaah. Di mana calon jamaah haji asal Jawa Tengah sebanyak 23.717 sedang dari Yogjakarta 2.474. Artinya masih sekitar 24 ribu lebih calon jamaah haji yang belum memperoleh visa.

Sementara itu dijadwalkan calon jamaah kloter 1 dan 2 yang berasal dari Tegal, baru akan masuk asrama pada sore nanti. Dua kloter yang akan berangkat pada besok masing-masing berjumlah 360 orang. Saat ini Satgas PPIH Donohudan bersama Pihak Bandara Adi Soemarmo tengah melakukan pengecekan koper calon jamaah yang telah berada di Asrama Donohudan.

 “Untuk koper calon jamaah dari Tegal semuanya sudah masuk, untuk selanjutnya proses pengecekan. Jadi mereka nantisore datang tinggal cek medis dan kami akan antar ke kamar masing-masing,” tuturnya. 

 

Redaktur : Achmad Syalaby
Reporter : Andrian Saputra

PTKI Salah Satu Pondasi Penguat Model Keberagamaan Islam di Indonesia

Mataram (Pinmas) — Indonesia adalah lumbung kekayaan dan khazanah Islam moderat, dengan praktik toleransi antar pemeluk agama yang kuat-kokoh. Praktik Islam di Indonesia kompatibel dengan demokrasi, hak asasi manusia, jender, lingkungan hidup, dan lain-lain. Indonesia merupakan kawasan yang relatif aman dari gangguan dan ancaman bernuansa konflik keagamaan yang menjadi sumber malapetaka dunia saat ini, terutama Timur Tengah.

“Salah satu pondasi penguat model keberagamaan Islam Indonesia seperti dipraktikkan umat Islam selama ini, selain ormas keagamaan dan pesantren, adalah perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI),” demikian penegasan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat memberikan amanah pada Wisuda Sarjana dan Pascasarjana IAIN Mataram di Mataram, Sabtu (06/08).

Menurut Menag, kajian Islam yang dilaksanakan di perguruan tinggi Islam sejak awal menunjukkan tingkat relevansi yang sangat tinggi dengan pembangunan agama dan pencitraan Islam yang ramah dan modern ke dunia internasional. “Inilah potensi yang perlu di-explore lebih jauh oleh kalangan akademisi IAIN sehingga menjadi daya ungkit dan posisi tawar yang menentukan, bukan ditentukan oleh pihak lain. Menjadi leader dalam aspek kajian Islam dunia, bukan follower. Siap menjadi imam, bukan makmum. Harus menjadi produsen ilmu, dan tidak puas sebagai konsumen,” terangnya.

Di hadapan civitas akademika dan ratusan wisudawan IAIN Mataram, Menag mengingatkan bahwa PTKI sebagai lembaga akademik sekaligus institusi keagamaan, posisinya sangat menentukan dalam kajian, studi, dan penelitian mendalam berkenaan dengan keagamaan yang modern, moderat, dan majemuk. Keberadaan PTKI pada basis-basis komunitas Muslim dengan segala variannya (Nahdlatul Wathan, NU, Muhammadiyah, Tarbiyah Islamiyah, dan lainnya), berada pada lingkungan sosiologis yang majemuk, dan keberadaanya sebagai asset pemerintah daerah juga menguntungkan karena dengan begitu perguruan tinggi Islam dapat menjadi “jaring pengaman sosial”atau “penyangga wilayah” sebagai penjaga moralitas, stabilitas, kerukunan dan harmoni sosial berlandaskan nilai-nilai agama.

“Kedudukan seperti ini akan memantapkan IAIN sebagai Meltingpot (tempat bertemunya berbagai varian sosial) yang diperhitungkan. Lagi-lagi jika potensi ini dikembangkan bukan tidak mungkin akan menjadi daya picu lembaga untuk terus maju dan berdaya saing,” pesan Menag.

Sejalan dengan itu, Menag berharap pengkajian Islam sebagai keunggulan PTKI dapat ditampilkan sehingga menjadi nilai keunggulan (competitive advantage) sekaligus daya tawar (comparative advantage) yang bisa bermanfaat kepada publik, bukan saja di tanah air tapi juga dunia internasional.

“Islam Indonesia memiliki khazanah yang amat kaya dan warna warni yang dapat dikembangkan sebagai wilayah kajian di IAIN. Kompetisi dengan perguruan tinggi lain dan kebutuhan pasar (market oriented) jangan sampai menafikan program-program dan kajian keislaman menjadi terabaikan,” pesannya.

“Saya percaya, dengan tingkat keberagamaan dan struktur sosial masyarakat Islam Indonesia seperti yang kita saksikan saat ini, kajian Islam akan terus mendapat tempat di hati masyarakat. Tinggal bagaimana kita secara kreatif menawarkan kajian-kajian yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman yang dinamis,” imbuhnya.

Kepada para wisudawan, Menag berpesan untuk menjaga kepercayaan masyarakat dengan menampilkan diri sebaik mungkin sebagai lulusan IAIN, menjaga prilaku sebagai sarjana, dan menampilkan karya-karya nyata di tengah masyarakat.

“Saya teringat sebuah ungkapan menarik, Hidup ini bukan hanya mencari yang terbaik, namun yang berkah”. Dalam bahasa hikmah, KH. Musthofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus mengungkapkan, “Jangan banyak mencari banyak, carilah berkah. Banyak bisa didapat dengan hanya meminta. Tapi memberi akan mendatangkan berkah,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Menag Lukman menandatangani prasasti Peresmian GedungPascasarjana IAIN Mataram. (khoirulhuda/mkd/mkd)

390018

Embarkasi Siap Terima dan Berangkatkan Jemaah Haji

390018

Jakarta (Pinmas) — Penyelenggaraan ibadah haji 1437H/2016M segera bergulir. Jemaah haji Indonesia akan mulai memasuki asrama haji pada 8 Agustus lalu diberangkatkan sehari setelahnya.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ahda Barori memastikan bahwa seluruh embarkasi haji sudah siap untuk menerima dan memberangkatkan calon jemaah haji Indonesia. “Insya Allah sudah siap. Hari ini, PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) embarkasi sudah berada di asrama haji masing-masing,” demikian keterangan yang disampaikan Ahda Barori melalui pesan singkat kepada Pinmas, Minggu (07/08).

“Mereka sudah mengadakan rapat koordinasi tentang kesiapan melayani jemaah haji di embarkasi, baik menerima dari daerah masing-masing maupun memberangkatkan ke Tanah Suci,” tambahnya.

Menurut Ahda, Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA) untuk jemaah haji yang akan diberangkatkan pada hari pertama (9 Agustus) sudah dibagikan semua. Senin (08/08), jemaah haji sudah mulai masuk asrama. Mereka akan berada di asrama selama kurang lebih 24 jam, untuk kemudian diberangkatkan ke Arab Saudi.
Ada sembilan embarkasi dijadwalkan akan memberangkat jemaah kloter 01 pada tanggal 9 Agustus, yaitu: Embarkasi Padang pada (PDG) jam 06.25 WIB, Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) pada jam 08.15 WIB, Embarkasi Batam (BTH) pada jam 09.30 WIB, Embarkasi Makasar (UPG) pada jam 09.40 WITA, Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) dan Surabaya (SUB) pada jam 10.30 WIB, Embarkasi Medan (KNO) pada jam 12.30 WIB, Embarkasi Solo (SOC) pada jam 16.40 WIB, dan Embarkasi Banjarmasin (BDJ) jam 23.30 WITA.

“Tanggal 9 akan diberangkatkan sebanyak 11 kloter, yaitu: BDJ 1 kloter, JKS 1 kloter, BTH 1 kloter, SUB 1 kloter, KNO 1 kloter, PDG 1 kloter, UPG 1 kloter, JKG 2 kloter, dan SOC 2 kloter,” papar Ahda.

Sementera itu, tiga embarkasi baru akan memberangkatkan jemaah haji pada tanggal 10 Agustus, yaitu: Balikpapan (BPN) pada jam 01.25 WITA, Palembang (PLM) pada jam 08.30 WIB, dan Aceh (BTJ) pada jam 19.20 WIB. “Embarkasi Lombok (LOP), baru akan memberangkatkan pada gelombang kedua, yaitu 23 Agustus nanti. Untuk kloter pertama berangkat pada jam 09.05 WITA,” tambahnya.

Dijelaskan Ahda, jemaah haji Indonesia akan diberangkatkan ke Saudi Arabia dengan dua maskapai penerbangan, yaitu: Garuda Indonesai (GA) dan Saudia Airlines (SV). Maskapai Saudia Airlines (SV) akan memberangkatkan jemaah dari Embarkasi Jakarta – Bekasi (JKS), Surabaya (SUB), Batam (BTH), Palembang (PLM), dan Banjarmasin. Selebihnya, jemaah haji akan diberangkatkan ke Saudi dengan Maskapai Garuda Indonesia (GA), ujar Ahda.

Pemberangkatan jemaah haji Indonesia juga akan dibagi dalam dua gelombang. Menurut Ahda, pada pemberangkatan gelombang pertama, Garuda Indonesia akan membawa 39.881 jemaah yang terbagi dalam 102 kloter (kelompok terbang). Sedang Saudi Airlines akan memberangkatkan 47.435 jemaah dalam 110 kloter.

Pada pemberangkatan gelombang kedua, GA akan mengangkut sebanyak 39.139 jemaah dalam 103 kloter. Sedangkan SV akan memberangkatkan 30.665 jemaah dalam 69 kloter. Jemaah yang diangkut GA totalnya 79.020 orang dalam 205 kloter, sedang yang diangkut SV totalnya 78.100 orang dalam 179 kloter, papar Ahda.

“Estimasi jemaah reguler dan petugas kloter yang akan diberangkatkan pada musim haji tahun ini adalah sebanyak 157.120 dalam 384 kloter,” imbuhnya. (mkd/mkd)