Author - adminasia

Bupati Bandung Resmikan Gedung Pelayanan Haji Satu Atap

IHRAM.CO.ID,  BALEENDAH — Warga Kabupaten Bandung, kini memiliki gedung pelayanan haji satu atap. Gedung yang diresmikan oleh Bupati Bandung Dadang M Naser itu berlokasi di kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung. Diharapkan dengan keberadaannya bisa membuat masyarakat lebih nyaman dalam mengurus keperluan untuk ibadah haji atau pun ibadah umroh.

“Pelayanan haji satu atap ini merupakan inovasi dan akan memudahkan masyarakat di Kabupaten Bandung yang akan daftar haji,” ujarnya seusai peresmian di Kantor Kemenag Kabupaten Bandung, Jl Baleendah, Kamis (26/10).

Sebelum adanya pelayanan haji satu atap, menurut Dadang, masyarakat yang hendak mendaftar haji terlebih dahulu harus mendatangi Kemenag Kabupaten Bandung untuk mendaftarkan diri. Kemudian, selanjutnya mereka mendatangi bank untuk proses membayar.

“Sekarang langsung mendaftar dan langsung bayar di gedung pelayanan haji satu atap. Selain itu pelayanan akan relatif berjalan dengan cepat,” kata Dadang.

Dadang mengimbau, kepada masyarakat yang akan haji segera daftar ke pelayanan haji satu atap dan tidak menyerahkan urusan haji kepada individu-individu yang rawan dengan penipuan. Katanya, dengan pelayanan haji satu atap memotong rantai birokrasi.

Dadang mengatakan, meningkatnya animo masyarakat untuk haji dan umrah diklaim sebagai bentuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan. Diharapkan dengan pelayanan yang baru dapat membuat tata kelola haji lebih baik.

Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Muhammad Fauzi Ridwan
Read more...

Fadli Zon Harap Pemerintah Lobi Saudi Bayar Kompensasi

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama, diharap dapat melobi pihak Arab Saudi agar memberikan diyyah atau uang ganti rugi terhadap korban kecelakaan crane di Makkah pada 2015 lalu. Hal ini menyusul Pengadilan di Makkah memutuskan korban kecelakaan crane 2015 tidak akan mendapatkan diyyah.

“Saya kira pemerintah dalam hal ini kementerian agama harus bisa melakukan lobi apa yang sudah menjadi janji. Janji itu kan hutang,” kata Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (26/10).

Fadli pun mengaku terkejut atas putusan pengadilan tersebut. Sebab, tidak memenuhi apa yang telah dijanjikan pihak Arab Saudi.

“Kalau sekarang ada keputusan pengadilan ya saya kira cukup aneh, karena apa yang dijanjikan oleh pihak Saudi Arabia tidak terpenuhi. Sementara ini yang ditunggu-tunggu oleh keluarga korban dan sudah ada janji,” ujar Fadli.

Padahal, saat dirinya menjadi tim pengawas persiapan haji lalu dan bertemu dengan otoritas di Saudi, tidak ada persoalan untuk memberikan ganti rugi tersebut. Bahkan, dia menyebut telah ada data-data untuk pemberian diyyag tersebut.

“Beberapa otoritas di sana tidak ada masalah dengan kompensasi korban crane. Bahkan sudah ada data-datanya. Cuma katanya mereka akan memberikan itu keseluruhan, tidak hanya pada satu negara. Tapi kepada semua korban dari seluruh negara,” katanya.

Pengadilan Makkah memutuskan korban kecelakaan crane 2015, tidak akan mendapatkan diyyah. Pasalnya, pengadilan menilai, bencana tersebut disebabkan oleh alam dan tidak ada unsur manusia di belakangnya. Padahal, sebelumnya Raja Salman memerintahkan agar semua korban harus diberi kompensasi.

Dilansir dari Saudi Gazette, Senin (23/10) Pengadilan juga memutuskan baik korban luka maupun kerusakan tidak akan mendapatkan kompensasi yang diakibatkan oleh jatuhnya crane di kawasan Masjidil Haram. Karena bencana tersebut disebabkan oleh alasan alam dan tidak ada unsur manusia di belakangnya.

Pengadilan tersebut membebaskan semua 13 karyawan Grup Binladin yang bertanggung jawab atas operasi crane raksasa tersebut. Namun Jaksa Agung, yang menolak keputusan pengadilan tersebut mengatakan, dia akan mengajukan banding atas putusan tersebut. Di bawah prosedur pengadilan, setiap keputusan yang tidak diajukan dalam 30 hari menjadi final dan mengikat.

Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Fauziah Mursid
Read more...

Menag Harap Santunan Jamaah Korban Crane Segera Terealisasi

IHRAM.CO.ID, MANADO — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap, pemberian santunan bagi jamaah haji yang menjadi korban musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram pada musim haji 1436H/2015M, bisa segera dilakukan. “Kita terus berharap, dalam waktu yang tidak terlalu lama, apa yang dijanjikan Raja Salman dapat direalisasikan,” katanya saat diwawancarai awak media usai memberikan Orasi Kebangsaan di Kampus STAKN Manado, Kamis (26/10).

Baru-baru ini, pengadilan Saudi Arabia memutuskan bahwa peristiwa jatuhnya crane di Masjidil Haram disebabkan oleh bencana alam. Karenanya, pihak kontraktor tidak perlu membayar ganti rugi atau diyyah.

“Ini tidak berarti apa yang kemudian menjadi komitmen atau janji Raja Salman yang ingin memberikan santunan kepada keluarga  atau ahli waris korban dihapus, ini dua hal yang berbeda,” tegas Menag.

Lukman menambahkan, keputusan pengadilan Saudi Arabia terkait diyat ini juga belum inkrah. Karenanya, masih ada upaya banding. Meski demikian, menag menegaskan, bahwa putusan pengadilan soal diyat dan janji santunan jamaah yang menjadi korban adalah dua hal yang berbeda.

Ditempat lain, Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Mastuki juga mengatakan, kalau Kementerian Agama bersama KBRI di Saudi sudah memberikan daftar jamaah haji Indonesia yang menjadi korban musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram. Data itu diberikan sebagai bahan verifikasi yang dilakukan oleh pihak otoritas Saudi.

Mastuki juga berharap janji pemberian santunan itu segera terrealisasikan. Apalagi, pada Agustus lalu diinformasikan kalau  sudah keluar nota diplomatik yang menyebutkan bahwa tim verifikasi pemeritah Arab Saudi telah menyelesaikan tugasnya untuk menentukan siapa saja jemaah haji yang mendapat santunan dari Raja Salman Abdulaziz Al-Saud.

Penyelenggaraan ibadah haji 1436H/2015M diwarnai dengan musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram pada Jumat, 11 September 2015. Tercatat sejumlah jemaah wafat dan mengalami luka akibat musibah ini, termasuk jamaah haji Indonesia. Seiring peristiwa tersebut, Pemerintah Saudi Arabia  menginformasikan kalau pihaknya akan memberikan santunan kepada para korban.

Korban meninggal dan korban cacat akan menerima santunan sebesar SAR 1juta atau sekitar Rp 3,5 miliar, sedang korban luka berat dan luka ringan akan mendapat santunan SAR 500ribu atau sekitar Rp 1,75 miliar.

Redaktur : Agus Yulianto
Sumber : kemenag.go.id
Read more...

Keluarga Korban Crane Runtuh Ini Minta Penjelasan

IHRAM.CO.ID, LEMBANG — Duskarno, warga Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat mengaku kaget dengan informasi seputar korban crane di Masjidil Haram, Makkah beberapa waktu lalu, tidak akan mendapatkan santunan yang dijanjikan pemerintah Arab Saudi. Bahkan, dirinya baru mengetahui dari awak media yang menginformasikan kepadanya.

Diketahui, almarhum istrinya, Iti Rastiwi Darmini turut menjadi korban meninggal dalam kejadian tersebut. Karena itu, dia mempertanyakan mengapa rencana pemberian santunan tersebut batal diberikan kepada keluarga korban.

“Dihapuskan perkapan? Kenapa bisa begitu,” ujarnya, Kamis (26/10). Katanya, pada Ahad (22/10) kemarin, ia menghubungi Kedubes RI melalui email menanyakan kapan rencana pencairan santunan akan disalurkan.

Kemudian, ia menuturkan, pihak Kedubes memberikan jawaban pencairan santunan masih menunggu waktu. “Dari Arabnya belum ada pencarian, jadi ya saya tunggu saja,” ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya tidak ingin menanggapi informasi batalnya pemberian santunan kepada keluarga korban. Sebab, seharusnya pemerintah Indonesia yang mendesak pemerintah Arab Saudi untuk merealisasikan janji yang pernah disampaikannya tersebut. “Kalau keluarga korban yang menanggapi, ya buat apa, enggak ada pengaruhnya,” katanya.

Duskarno menambahkan, pemerintah harus menuntaskan terkait dengan santunan dari kerajaan bagi keluarga korban crane. “Kalau saya dengar informasi (santunan) ini, terkadang saya ketawa sendiri, karena yang harus berjuang ialah pemerintah,” katanya.

Sebelumnya, pengadilan Makkah memutuskan korban tewas akibat jatuhnya crane di Masjidil Haram pada 2015 tak akan mendapatkan uang ganti rugi. Karena dinilai, peristiwa itu, disebabkan oleh alam dan tidak ada unsur manusia.

Istri Duskarno, Iti Rastiwi Darmini merupakan salah satu dari ratusan korban yang meninggal dunia saat musibah yang terjadi pada 11 September 2015 itu.

Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Muhammad Fauzi Ridwan
Read more...

Kemenag Susun Harga Referensi Umrah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Agama tengah membuat aturan tentang harga referensi penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah. Penyusunan harga referensi ini guna memberikan perlindungan kepada calon jamaah umrah dari biro travel nakal.

Penyusunan harga referejs ini dibahas bersama dalam focus group discussion (FGD) bertajuk “Penyusunan Harga Referensi Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah” di Jakarta, belum lama ini. FGD ini menghadirkan utusan dari asosiasi penyelenggara, PPIU, unsur Kanwil serta internal Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU).

Dirjen PHU Nizar menyatakan, bahwa sudah saatnya pemerintah menetapkan harga referensi karena penyelenggaraan umrah sudah menjadi hajat hidup masyarakat muslim. Hal ini, kata dia, terbukti dengan semakin meningkatnya jumlah jamaah umrah.

Sedangkan Plt Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Muhajirin Yanis mengungkapkan, bahwa tipologi jamaah umrah telah mengalami pergeseran. Jamaah umrah, kata dia, tidak lagi didominasi masyarakat perkotaan dan mereka yang melek informasi, tapi juga pedesaan. Bahkan, jamaah lansia juga bertambah banyak seiring antrian haji yang panjang.

Menurut Muhajirin, tipologi yang seperti itu menjadi kendala tersendiri dalam sosialisasi informasi tentang standar pelayanan minimal (SPM) penyelenggaraan ibadah umrah. Sebagian masyarakat lebih mengerti bila disebutkan jumlah angka (harga) yang akan dijadikan acuan apakah sebuah paket umrah itu rasional atau tidak.

“Di sinilah pentingnya keberadaan harga referensi umrah yang bisa dijadikan acuan masyarakat,” ucap Muhajirin.

“Ide ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu, namun karena tidak mendapatkan lampu hijau dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), maka niat itu ditunda terlebih dahulu,” sambungnya.

Mulai tahun ini, lanjut Muhajirin, keberadaan harga referensi menjadi kebutuhan sehingga Kemenag akan segera menyusunnya. Ada, setelah KPPU juga tidak keberatan dengan kebijakan tersebut.

Muhajirin mengaku, kalau Kemenag sudah berdiskusi di kantor KPPU bersama para asosiasi mengenai wacana penetapan harga referensi. Pada pertemuan tersebut, KPPU tetap meminta Pemerintah memprioritaskan penyempurnaan SPM umrah. Namun, penetapan harga referensi tidak dipermasalahkan sepanjang itu tidak dimaksudkan sebagai harga minimal.

“Ini artinya PPIU tetap diperkenankan menjual paket umrah di bawah harga referensi, apabila diaudit dan dapat membuktikan kewajaran harganya,” tutur Muhajirin.

FGD ini berhasil memutuskan besaran biaya referensi yang akan diusulkan. Hasil dari diskusi ini akan difinalisasi oleh Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus sebelum diajukan kepada Menteri untuk ditetapkan sebagai harga referensi penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah.

Redaktur : Agus Yulianto
Sumber : kemenag.go.id
Read more...

Musim Umrah 1439 Berlangsung Hingga 2 Juli 2018

Terminal Haji di Bandara King Abdul Azis, Jeddah, Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID, JEDDAH — Musim umrah kali ini akan berlangsung hingga 18 Syawal 1439 H (2 Juli 2018). Bandara Jeddah pun telah menyiapkan semua fasilitas bagi peziarah umrah yang diperkirakan akan mencapai 10 juta orang.

Kapasitas akomodasi Bandara Jeddah kini mencapai 1.800 penumpang yang tiba setiap satu jam  dan 1.700 penumpang bagi yang akan berangkat.

Seperti dilansir Saudigazette.com, pihak manajemen bandara juga mengatakan, peziarah akan dilayani oleh 127 perwakilan dari instansi pemerintah dan swasta.

Menurut direktur informasi dan hubungan masyarakat KAIA, Turki Bin Maalawi Al-Dheeb, peziarah akan menggunakan tujuh lounge untuk fasilitas kedatangan dan tujuh lounge pula untuk keberangkatan.

“Semua instansi pemerintah dan swasta yang bekerja di bandara dan Terminal Haji siap untuk musim umrah dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada peziarah,” tambahnya.

Terminal Haji di bandara Jeddah kini memiliki luas keseluruhan 510.000 meter persegi yang terdiri dari lounge timur seluas 90.000 meter persegi dan area terbuka (alun-alun timur) yang memiliki luas 160.000 meter persegi.

Terminal ini memiliki 26 tempat parkir untuk pesawat terbang, 10 jembatan penghubung, dua pusat operasi, 18 gerbang keberangkatan, 14 lounge untuk peziarah, 254 loket perjalanan, 143 loket pengolahan paspor.

Terminal ini juga memiliki hotel dengan kapasitas 123 kamar, sebuah rangkaian restoran, pertokoan, 32 toilet, dan 40 area sholat.

Redaktur : Muhammad Subarkah
Read more...