10 Rute Layanan Bus Shalawat

Senin, 15 Agustus 2016, 17:38 WIB

 

Republika/Ratna Puspita
Bus Shalawat

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH — Daerah Kerja Mekkah,Arab Saudi mengoperasikan 314 bus Shalawat di 10 rute selama 24 jam untuk mempermudah pergerakan 155.200 jamaah haji dari pemondokan menuju Masjidil Haram, Mekkah dan sebaliknya guna melakukan shalat atau umrah wajib.

Terdapat 10 rute layanan bus Shalawat, yang dapat dibedakan melalui warna stiker yang menempel di badan bus.

Bus Rute 1 dengan warna stiker biru yang melayani rute Aziziah Janubiah-Mahbas Jin akan bergerak di enam halte dan melayani 10.296 jamaah yang tersebar di sembilan pemondokan. Di masa puncak akan beroperasi 24 bus.

Bus Rute 2 dengan warna stiker kuning yang melayani rute Aziziah Syimaliah 1 -Mahbas Jin akan bergerak di tiga halte dan melayani 14.706 jamaah yang tersebar di delapan pemondokan. Di masa puncak beroperasi beroperasi 37 bus.

Bus Rute 3 dengan warna stiker merah yang melayani rute Aziziah Syimaliah 2 – Mahbas Jin akan berhenti di satu halte dan melayani 1.576 jamaah yang tersebar di dua pemondokan. Di masa puncak akan beroperasi lima bus.

Bus Rute 4 dengan warna stiker putih yang melayani rute Mahbas Jin – Bab Ali akan berhenti di lima halte dan satu terminal transit. Bus ini akan melayani 42.773 jamaah yang tersebar di 23 pemondokan. Pada saat puncak akan dioperasikan 58 bus.

Bus Rute 6 dengan warna stiker ungu yang melayani rute Syiyah Raudhah – Syib Amir akan berhenti di lima halte dengan kapasitas 10.288 jamaah yang tersebar di enam pemondokan. Di masa puncak akan beroperasi 26 bus.

Bus Rute 7 dengan warna stiker hijau yang melayani rute Syisyah 1 – Syib Amir akan berhenti di empat halte dengan kapasitas 11.212 jamaah yang tersebar di 11 pemondokn.

Bus Rute 8 dengan warna stiker abu-abu yang melayani rute Syisyah 2 – Syib Amir berhenti di lima halte dengan kapasitas 15.768 jamaah yang tersebar di 24 pemondokan. Jumlah bus di masa puncak 38.

Bus Rute 9 dengan warna stiker merah jambu yang melayani rute Raudhah – Syib Amir berhenti di lima halte dengan kapasitas 12.658 jamaah yang tersebar di 12 pemondokan. Di waktu puncak akan dioperasikan 28 bus.

Bus Rute 10 dengan warna stiker hitam melayani rute Biban/Jarwal – Rea Bakhas/Jiad dan berhenti di dua halte serta melayani 8.280 jamaah yang tersebar di tiga pemondokan. Jumlah us di masa puncak 18.

Sementara itu bus Rute 11 dengan warna stiker coklat melayani rute Misfalah/Nakkasah – Rea Makhas/Jiad dan berhenti di empat halte serta melayani 14.512 jamaah yang tersebar di 10 pemondokan. Jumlah bus di masa puncak adalah 32.

Di sekitar Masjidil Haram terdapat tiga terminal bus yaitu terminal Bab Ali, Syib Amir dan Rea Makhas/Jiad.
Jamaah haji yang tinggal di sektor satu hingga empat akan turun dan naik dari terminal Bab Ali, sedangkan jamaah yang tinggal di sektor lima dan enam akan naik dan turun di terminal Syib Amir, sementara jamaah di sektor tujuh hingga sembilan akan menggunakan terminal Jiad.

Redaktur : Agung Sasongko

Pastikan Masakan tak Basi, Tim Sansur Coba Menu Sebelum Disajikan

Monday, 22 August 2016, 08:24 WIB

 

Republika/ Amin Madani
Tim katering Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Daerah Kerja Madinah, mengunjungi perusahaan Al Andalus, yaitu salah satu perusahaan katering di Madinah yang mensuplai konsumsi calon jamaah haji Indonesia, Senin (15/8).

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH — Calon jamaah haji yang menempati Pemondokan 602 di Surra Man Ra’a, Sysiah, Makkah, Arab Saudi, mendapat jaminan bahwa makanan yang dikonsumsi aman, lezat dan higienis. Menu pun dicek terlebih dahulu sebelum disajikan kepada jamaah.

“Saya cobain masakannya untuk memastikan makanan tidak basi, teksturnya bagus dan rasanya cocok,’’ kata Tim Sansur (Sanitasi dan Surveilans) Sektor 6 Pemondokan Daker Makkah, Riko Varias, usai mengetes kualitas makanan di Pemondokan 602 pada Ahad (21/8).

Tim Sensur memeriksa kualitas makanan dari sisi kemasan, kematangan dan citra rasa. Jika dinilai enak dan layak, makanan tersebut baru didistribusikan ke jamaah.

Riko mengatakan masakan tidak jadi didistribusikan jika masakannya dinilai kurang matang. “Kalau dirasa kurang matang masakannya, kita langsung setop supaya tidak dimakan oleh jamaah,’’ katanya. ‘’Kalau enak dan layak, silahkan didistribusikan ke jamaah.’’

Tim Sansur, kata Riko, akan mengambil satu sampel untuk disimpan dalam waktu 24 jam. ‘’Spesimen penting sebagai bahan uji laboratorium jika terjadi kondisi jamaah yang sakit perut dalam jumlah banyak setelah makan makanan tersebut,’’ kata dia.

Redaktur : Achmad Syalaby
Reporter : Didi Purwadi

Calon Jamaah Haji Dibekali Living Cost 1.500 Real

Antara/Aloysius Jarot Nugroho
calon jamaah haji (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Calon jamaah haji kloter pertama di sejumlah embarkasi sudah memasuki asrama untuk melakukan registrasi sebelum berangkat menuju Arab saudi pada Selasa (9/8). Calon jamaah haji dibekali living cost sebesar 1.500 real.

“Calon jamaah haji akan menerima paspor dan living cost sebesar 1.500 real,” ungkap Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi, Fudloni, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (8/8).

Pelaksanaan registrasi sudah dimulai pada pukul 08.00. Para jamaah langsung menyerahkan koper ke bagian penerbangan, selanjutnya menyerahkan Surat Panggil Masuk Asrama (SPMA) dan surat lunas BPIH.

Jamah kemudian menunggu panggilan untuk tes kesehatan. “Setelah itu, jamaah akan menerima karu gedung n katering,” katanya. “Jamaah akan mendapat makan tiga kali selama berada di asrama.”

Jamaah juga mendapat masker dan gelang identitas diri. Setelah proses registrasi, jamaah menuju gedung asrama dengan menggunakan bus. Jamaah baru akan berangkat menuju Saudi pada keesokan harinya. “Calon jamaah haji harus sudah check out sekitar empat jam sebelum take off,” katanya.

Dari Embarkasi Jakarta Pondok Gede/JKG yang meliputi wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Lampung, kloter pertama diberangkatkan dalam dua penerbangan pada pukul 08.15 dan 15.30 WIB.

Rombongan jamaah penerbangan pagi berjumlah 393 orang yang seluruhnya berasal dari DKI Jakarta, sementara penerbangan sore berasal dari Banten dengan jumlah sama.

Redaktur : Damanhuri Zuhri
Reporter : didi purwadi